Gua maria SendangSono , Jogjakarta
Sebuah perjalanan yang cukup menyenangkan, ketika saya bersama beberapa teman jalan-jalan ke Jogjakarta. Saya bersama teman-teman Campus Ministry Unika Soegijapranata ( Ika Sisilia, Angela Maturbongs, Bonifasia A. Viviyanti, Yohanes Oxa, dan Natasha Octavia ) menikmati sedikit liburan lebaran dan berkunjung ke kota Jogjakarta.
Sejenak kami berencana untuk pergi ke Sebuah tempat Doa, yaitu Gua Maria Sendangsono yang terletak di desa banjaroyo, kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo DI Yogyakarta.
Sedikit tentang Gua Maraia SendangSono
Sedikit tentang Gua Maraia SendangSono
Sendangsono awalnya merupakan tempat pemberhentian (istirahat sejenak) para pejalan kaki dari Kecamatan Borobudur M ke Kecamatan Boro (Kulon Progo), atau sebaliknya. Tempat itu banyak dikunjungi karena keberadaan sendang (mata air) yang muncul di antara dua pohon sono.
Kesejukan dan kenyamanan tempat itu ternyata juga dimanfaatkan untuk bertapa oleh sejumlah rohaniawan Buddha dalam rangka mensucikan dan menyepikan diri. Nilai spiritualistik muncul dan menguat seiring dengan adanya kepercayaan yang didasarkan pada suatu legenda bahwa tempat itu juga dihuni Dewi Lantamsari dan putra tunggalnya, Den Baguse Samija.
Dari situ bisa dilihat bahwa sebenarnya nilai rohani Sendangsono sudah terbangun sebelum Gereja Katolik berkarya di tempat itu.
Keberadaan Sendangsono tak luput dari peran Romo Van Lith SJ, rohaniawan Belanda yang lama tinggal di Pulau Jawa. Hal itu juga menandakan bahwa Sendangsono tidak bisa dilepaskan dari lingkaran sejarah Gereja Katolik di Pulau Jawa mengingat Romo Van Lith sendiri merupakan salah satu rohaniwan yang menyebarkan ajaran Katolik di Pulau Jawa.( http://id.wikipedia.org/wiki/Sendangsono
Perjalanan kami, dimulai dari Sleman menuju Sendang sono dengan menggunakan sepeda motor. Kami berlima pun berangka, dan melewati jalan yang merupakan jalan pintas yang dipimpin oleh saudari Ika Sisilia.
Sampai dilokasi kami langsung berjalan kaki untuk menuju Tempat doa Gua Maria Sendang sono. Dan saya baru menyadari bahwa tatanan Lanscape dan Arsitektur Dari tempat ziarah ini sayang menarik mata saya. Dan ternyata gua Maria sendangsono ini di desain Oleh seorang Romo Mangun Wijaya yang merupakan salah satu ARsitek idola saya. ( hohoho....)
Sampai ke Lokasi dan langsung Menuju Tempat Doa
Tempat Peristirahatan Pengunjung. ( ruang santai )
Suasana tempat Doa
sungai yang membelah wilayah doa dan wilayah istirahat..
foto-foto narsis dulu deh... :P
tekstur dinding
tangga
kalau yang ini saya kurang tau maksudnya apa. seperti tugu yang besar
Tangganya apik
nonggkrg dulu ah... :P
sedikit pamer fotografi ah.. hehehe
Tangga Tempat Misa Alam
detail Ornamen dinding..
sepertinya ini di cetak sendiri oleh tukang. ^^
| Mini Altar tempat Romo memimpin misa |
suasana Doa di Gua Maria
Sangat terasa bahwa sebuah karya Arsitektur hendaklah memiliki jiwa, dan kehidupan dalam setiap sudutnya. Sebuah karya Arsitektur bukan lah benda mati yang hanya dilihat dari segi keindahan saja, namun juga memiliki spirit yang dapat diciptakan dari ornamen dan bentukan yang bermakna dan sesuai dengan fungsinya.
Dalam karya ini saya merasakan banyak sekali rasa yang diciptakan dari setiap detail sudut bangunan dan tatanan lanscapenya. Terasa bahwa Sebuah Suasana Doa sangat didukung oleh tempatnya. Sehingga membuat Gua Maria Sendang Sono menjadi salah satu tempat doa yang berjiwa dan hidup.
Komentar
Posting Komentar